Apa itu benda tegar??
Benda tegar yaitu benda yang tidak mengalami perubahan bentuk ketika suatu gaya dikerjakan padanya
Nah dalam blog kali ini kita akan membahas beberapa hal yang berkaitan dengan rotasi benda tegar apa aja itu??
Yuk, check it down !!!
1. Momen gaya
Nah apasih itu momen gaya?
Momen gaya itu adalah hasil perkalian silang antara vektor posisi titik kerja gaya terhadap poros(r) dengan vektor gaya (F)
Apasih rumus nya untuk mencari itu? Torsi atau momen gaya dirumuskan dengan:
Ket :
adalah torsi atau momen gaya (Nm)
r adalah lengan gaya (m)
F adalah gaya yang diberikan tegak lurus dengan lengan gaya (N)
r adalah lengan gaya (m)
F adalah gaya yang diberikan tegak lurus dengan lengan gaya (N)
Jika gaya yang bekerja pada lengan gaya tidak tegak lurus, maka besar torsinya adalah:
dimana
adalah sudut antara gaya dengan lengan gaya.
Contoh soal :
Batang AC = 4 m dengan poros titik A dengan gaya F1sebesar 20 N dan F2 sebesar 12 N. Sudut-sudut ditunjukkan gambar berikut:
Jika titik B berada di tengah tentukan momen gayanya nah
massanya di abaikan
Pembahasan
Momen gaya dengan poros di titik A:
τ = F1 AC sin 60° − F2 AB sin 60°
τ = 20 (4) (1/2 √3) − 12 (2) (1/2 √3)
τ = 28√3 Nm
2. Momen kopel
Nah sekarang kita akan membahas tentang momen kopel, apa itu momen kopel? Apasih bedanya sama momen gaya?
Nah perbedaan nya itu kalo momen gaya dia pakai gaya yg tidak sama besar
Tapi kalau momen kopel yaitu pasangan dua buah gaya yg sama besar,mempunyai garis kerja yang sejajar dan arahnya berlawanan.
Rumus untuk mencari momen kopel :
M = Fd
Ket : M = momen kopel (Nm)
F = gaya (N)
d = lengan kopel (m )
Secara umum jika jenis bendanya tidak di ketahui maka rumusnya :
Contoh soal 1 :
(Contoh yg tidak di spesifikkan bendanya)
1) Dik : m1 = 1 kg, m2 = 2 kg, m3 = 2 kg, m4 = 1 kg, dan r1=r2=r3=r4= 20 cm.
Dit : maka hitung lah momen inersia sistem
Jawab :
I = m1R1 2 + m2R22+ m3R32 + m4R42
Contoh soal :
Batang AC = 4 m dengan poros titik A dengan gaya F1sebesar 20 N dan F2 sebesar 12 N. Sudut-sudut ditunjukkan gambar berikut:

Jika titik B berada di tengah tentukan momen gayanya nah
massanya di abaikan
Pembahasan
Momen gaya dengan poros di titik A:
τ = F1 AC sin 60° − F2 AB sin 60°
τ = 20 (4) (1/2 √3) − 12 (2) (1/2 √3)
τ = 28√3 Nm
2. Momen kopel
Nah sekarang kita akan membahas tentang momen kopel, apa itu momen kopel? Apasih bedanya sama momen gaya?
Nah perbedaan nya itu kalo momen gaya dia pakai gaya yg tidak sama besar
Tapi kalau momen kopel yaitu pasangan dua buah gaya yg sama besar,mempunyai garis kerja yang sejajar dan arahnya berlawanan.
Rumus untuk mencari momen kopel :
M = Fd
Ket : M = momen kopel (Nm)
F = gaya (N)
d = lengan kopel (m )
Nah ada kentuan untuk menentukan momen kopel tersebut bernilai positif(+) atau negatif (-) bisa kita liat pada gambar ya!!
Contoh soal :

Sesuai pada gambar tentukan momen kopel nya jika diketahui F1=F2= 30N dan lengan kopel (d) = 5m
Penyelesaian :
Dik : F1=F2= 30N
d = 5m
Dit : M...?
Jawab : M = Fd
= 30 N . 5 m
= 150 Nm
Gampang kan 👌😜
3.Momen inersia
Momen inersia adalah hasil kali massa partikel dengan kuadrat jarak partikel terhadap sumbu porosnya. Secara umum jika jenis bendanya tidak di ketahui maka rumusnya :
I = m1R12 +m2R22 + m3R32 +…+mnRn2Tetapi jika benda nya di ketahui maka ada 9 rumus momen inersia benda tegar homongan, check on bellow 👌👌 :
Contoh soal 1 :
(Contoh yg tidak di spesifikkan bendanya)
1) Dik : m1 = 1 kg, m2 = 2 kg, m3 = 2 kg, m4 = 1 kg, dan r1=r2=r3=r4= 20 cm.
Dit : maka hitung lah momen inersia sistem
Jawab :
I = m1R1 2 + m2R22+ m3R32 + m4R42
= (1 kg)(0,2 m)2+ (2 kg)(0 m)2 + (2 kg)(0,2 m)2+ (1 kg)(0,4 m)2 = 0,28 kgm2
Contoh soal 2 :
(Contoh yg di spesifikkan bendanya)
Diketahui sebuah batang homongen(poros melalui pusat) memiliki massa(m) = 6 kg dan L = 2 m maka hitung lah momen inersia benda tersebut!
Jawab :
I= 1/12mL^2
= 1/ 12 (6kg)(2m)^2
= 2 kgm^2
2) Diketahui sebuah benda silindris tipis berongga memiliki massa(m) = 10kg dan jari-jari (r) = 2m maka hitunglah momen inersia benda tersebut
Jawab :
I = mr^2
= (10kg)(2m)^2
=40 kgm^2
Tidak ada komentar:
Posting Komentar